JURNAL DISABILITAS http://journalefa.com/index.php/jd <p><strong>Jurnal DISABILITAS</strong><strong>, E-ISSN 2797-0639 (online), ISSN 2580-9415 (print),</strong> is published twice a year in the months of <strong>APRIL</strong> and <strong>SEPTEMBER</strong> This journal is published by Prodi PKh ULM (Universitas Lambung Mangkurat)</p> en-US andi.plb@ulm.ac.id (Agus Pratomo Andi Widodo) rahmahnurbayti@gmail.com (Nurbayti Rahmah) Thu, 29 Apr 2021 01:55:42 +0000 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH PER MAINAN CONGKLAK TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK ADHD DI SDN TELUK DALAM 1 BANJARMASIN http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/2 <p>Pada penelitian ini terdapat seorang anak ADHD mengalami gangguan dalam interaksi sosial, terutama subjek mengalami ketakutan jika ada orang yang mendekati anak untuk di ajak dalam berinteraksi dengan orang yang ada di lingkungan sekolah dan rumah. Hal ini membuat anak ADHD hanya berinteraksi sosia hanya dengan guru pendamping khususnya saja. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Permainan Congklak Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak ADHD Di SDN Teluk Dalam 1 Banjarmasin<em>. </em>Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaf. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan penelitian subjek tunggal yang dimana lebih dikenal dengan <em>Single Subject Research</em> (SSR). Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian A1-B-A2. Desain A1-B-A2 yang memiliki tiga fase yaitu fase <em>baseline</em> 1 (A-1), intervensi (B), dan <em>baseline </em>2 (A-2). Fase <em>baseline</em> 1 (A-1) observasi kondisi awal perlakuan dalam interaksi sosial anak ADHD sebelum diberikan perlakuan. Fase intervensi (B) yaitu fase dimana anak diberikan perlakuan menggunakan permainan <em>Congklak</em>. Fase <em>baseline </em>2 (A-2) yaitu kondisi interaksi sosial anak setelah diberikan perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa permainan <em>Congklak</em> dapat meningkatkan interaksi sosial anak ADHD. Hal ini terbukti pada mean level meningkatnya interaksi sosial anak, pada fase <em>baseline </em>1 (A1) adalah 35%, setelah diberikan perlakuan pada fase <em>intervensi </em>(B) menggunakan permainan <em>congklak,</em> mean level interaksi sosial anak meningkat menjadi 54,2%. Pada <em>baseline </em>2 (A2) mean level anak meningkat sebesar 71%. Dari hasil data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan <em>congklak</em> dapat mempengaruhi interaksi sosial pada anak ADHD.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Permainan <em>Congklak</em>, Interaksi Sosial, Anak ADHD</p> <p>&nbsp;</p> erliya Nur Afnina Sari Copyright (c) 2021 JURNAL DISABILITAS http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/2 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS MEDIA POP UP DALAM MENINGKATKAN PERSEPSI VISUAL ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI SLB NEGERI 2 MARTAPURA http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/8 <p><strong>A</strong><strong>bstrak:</strong> Masalah yang ditemukan pada penelitian ini yakni ditemukan dua anak tunagrahita sedang yang mengalami kesulitan dalam persepsi visual, terumata dalam mendiskriminasi bentuk bangun datar seperti bentuk bangun datar persegi panjang, bentuk bangun datar persegi, bentuk bangun datar segitiga, dan ebntuk bangun datar lingkaran.Pendekatan penelitian dengan pendekatan kuantitatif.&nbsp; Metode penelitian yang digunakan daslam penelitian ini dengan menggunakan metode <em>quasi eksperimen</em>. Desain pada penelitian ini yang menggunakan desain penelitian <em>time series design</em> yaitu dimana pada desain ini diberi tindakan awal (<em>pretest</em>) yaitu dilakukan sebanyak empat kali, setelah diberikannya tindakan awal selanjutnya pemberian <em>treatment</em> dengan menggunakan media <em>pop up</em> sebanyak empat kali, dan setelah itu dilakukan tindakan akhir (<em>posttest</em>) sebanyak empat kali setelah pemberian <em>treatment</em>. Subjek penelitian ini adalah dua orang anak tunagrahita sedang satu orang laki-laki dan satu orang perempuan di SLB Negeri 2 Martapura. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan tes dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data&nbsp; deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan hasil kemampuan akhir anak (<em>posttest</em>) lebih tinggi dibandingkan dengan hasil sebelum diberikan <em>treatment</em> (<em>pretest</em>). Perolehan nilai rata-rata pada <em>pretest</em> yaitu O<sub>1</sub>= 37,49 , O<sub>2</sub>= 37,49, O<sub>3</sub>= 37,49, O<sub>4</sub>= 41,66 dan perolehan nilai rata-rata <em>posttest</em> yang mengalami peningkatan yaitu O5= 58,33 , O<sub>6</sub>= 62,49, O<sub>7</sub>= 70,83, O<sub>8</sub>= 79,16. Berdasarkan hasil penelitian selisih antara hasil <em>pretest</em> dengan hasil <em>posttest</em> yaitu 112,51 maka dapat disimpulkan bahwa media <em>pop up</em> efektif dalam meningkatkan persepsi visual anak tunagrahita sedang.</p> mery claudia, eviani demastuti, machmud fauzi Copyright (c) 2021 JURNAL DISABILITAS http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/8 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 PROBLEMATIKA GURU SDN KURIPAN 2 BANJARMASINi DALAM KESIAPAN iPENYELENGGARAAN PENDIDIKANi INKLUSIFi http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/12 <p><strong>Abstrak: </strong>Penelitian inii berlatar belakang adanya permasalahan dalam kesiapan sekolahi untuk menyelenggaraan ipendidikan iinklusif. Hal ini ditunjukkan oleh kepala sekolah dan guru yang masih belum memahami pendidikaniiinklusif, serta layanan pendidikan bagi anak berkebutuhani ikhusus. Tujuan penelitiani adalah mengetahui problematika, dukungan dan upaya guru SDN SN Kuripan 2 Banjarmasin dalam kesiapan menyelenggarakan pendidikani inklusif. Pendekatani yang digunakan penelitii adalah pendekatan ikualitatif ideskriptif, dengan isubjek penelitian adalah iguru SDN SN Kuripan 2 iBanjarmasin. Tekniki dalam pengumpulan data melalui angket, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik untuk imenganalisisi data iyaitu mendeskripsikani secara keseluruhani yang diperolehi selama ipenelitian, melaluii tahapan ireduksi data, ipenyajian idata. dan ipenarikani ikesimpulan. Hasili penelitian ini&nbsp; menunjukkan problematikai SDN SN Kuripan 2 Banjarmasin dalam kesiapani penyelenggaraani ipendidikan iinklusif: 1) sikap iguru pada tingkatan yang baik dalam memahami pendidikan iinklusif; 2) dukungan yang dilakukan guru berupa imeningkatkan kemampuan diri; 3) kendala yang dihadapi, antara lain: pemenuhan iaksesibilitas, kurangnya kemampuan berkomunikasi dengan iisyarat, kesulitan membagi perhatian dengan ABK saat di kelas, serta ikesulitan memahami karakter ABKi dikarenakan guru tidak berlatarbelakang pendidikan ikhusus; 4) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala, dengan terusi berupaya membekali diri dan ibelajar melalui kegiatan workshop/seminari tentang ipendidikan iinklusif.</p> Muhammad Yuda Anshari, Dewi Ratih Rapisa, Hasanudin Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/12 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SDN TINGGIRAN II.1 BARITO KUALA http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/13 <p><strong>Abstrak: </strong>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan inklusif pada ranah (a) perencanaan pembelajaran, (b) pelaksanaan pembelajaran, dan (c) evaluasi pembelajaran siswa berkebutuhan khusus di SDN Tinggiran II.1 Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada 2 orang yaitu guru kelas II dan guru kelas VI. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sedangkan teknik keabsahan datanya adalah <em>membercheck </em>dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas SDN Tinggiran II.1 Barito Kuala pada tahap (a) perencanaan pembelajaran tidak melakukan asesmen dan tidak membuat program khusus untuk siswa berkebutuhan khusus. Hal ini karena belum tersedianya guru pembimbing khusus dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh guru kelas, sehingga dalam merencanakan pembelajaran guru kelas hanya berpatokan pada pengetahuan yang diperoleh dari pihak kabupaten mengenai dasar-dasar cara menangani siswa berkebutuhan khusus. Pada tahap (b) pelaksanaan pembelajaran guru kelas SDN Tinggiran II.1 Barito Kuala menggunakan metode, media, dan materi pembelajaran yang menyesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, pada (c) evaluasi pembelajaran guru kelas SDN Tinggiran II.1 Barito Kuala juga melakukan modifikasi pada bentuk soal, perintah, bobot, dan standar KKM yang lebih disederhanakan menyesuaikan dengan kemampuan setiap siswa berkebutuhan khusus.</p> Niken Dwi Safitri, Ali Rachman Rachman, Mirnawati Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/13 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 UNAAN PERMAINAN THROW CIRCLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS V C DI SDLB YPLB BANJARMASIN http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/14 <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan permainan <em>thr</em><em>ow circle</em> dalam meningkatkan kemampuan tangan motorik kasar pada tunagrahita ringan. Pendekatan penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan <em>quasi eksperimen</em> dengan desain <em>time series design </em>yang dimana diberikan tindakan awal (<em>pretest</em>) yaitu dilakukan sebanyak empat kali sebelum diberikan <em>treatment</em>, selanjutnya pemberian <em>treatment </em>menggunakan permainan <em>thr</em><em>ow circle</em> sebanyak empat kali <em>treatment, </em>dan setelah itu dilakukan tindakan akhir (<em>posttest</em>) sebanyak empat kali setelah diberikan <em>treatment. </em>Subjek pada penelitian ini adalah dua orang anak tunagrahita ringan kelas V C di SDLB YPLB Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa tindakan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini ditunjukkan dari hasil tindakan kemampuan akhir anak (<em>posttest</em>) lebih tinggi dibandingkan pada hasil tindakan sebelum diberikan <em>treatment </em>(<em>pretest</em>). Dengan data nilai rata yaitu, O<sub>1</sub> = 44,45, O<sub>2</sub> = 48,15, O<sub>3</sub> = 50,00, O4 = 59,26 mengalami peningkatan menjadi O<sub>5</sub> = 62,96, O<sub>6</sub> = 68,52, O<sub>7</sub> = 70,37, O<sub>8</sub> = 81,49 Berdasarkan hasil penelitian selisih antara hasil <em>pretest </em>dengan hasil<em> posttest</em> yaitu 22,13 maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan permainan <em>throw circle</em> dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak tunagrahita ringan. Serta dari hasil penelitian tadi bisa menjadi salah satu referensi dalam mempermudah kemampuan tangan motorik kasar yang berkaitan pada ketepatan melempar pada anak tunagrahita ringan.</p> Galih Yogi Al Hakim, Eviani Damastuti Damastuti, Machmud Fauzi Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/14 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 MENGURANGI PERILAKU MALADAPTIF ANAK TUNAGRAHITA MELALUI PEMBERIAN PUNISHMENT DAN POSITIVE REINFORCEMENT http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/19 <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong>: Anak tunagrahita memiliki karakteristik yaitu bertingkah laku kurang wajar atau disebut juga dengan perilaku maladaptif hal tersebut terjadi akibat dari hambatan yang dimiliki. Oleh karena itu, salah satu prosedur teknik modifikasi perilaku yang dapat mengurangi perilaku maladaptif anak tunagrahita adalah pemberian <em>punishment </em>dan <em>positive reinforcement</em>. Berdasarkan permasalahan yang tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pemberian <em>punishment </em>dan <em>positive reinforcement</em> dapat mengurangi perilaku maladaptif anak tunagrahita. Pendekatan penelitian kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal atau dapat disebut dengan istilah <em>Single Subject Research</em> (SSR). Sedangkan desain yang digunakan adalah desain penelitian A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah anak tunagrahita kelas 1 di SDN Teluk Dalam 1 Banjarmasin. Sistem pencatatan data yang digunakan adalah pencatatan melalui observasi langsung dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa <em>m</em><em>ea</em><em>n level</em> kemampuan motorik halus anak tunagrahita&nbsp; pada kondisi <em>Baseline </em>1 (A1) yaitu 94.75%, <em>m</em><em>ea</em><em>n level</em> intervensi (B) sebesar 80.66%, dan pada kondisi <em>Baseline </em>2 (A2) <em>m</em><em>ea</em><em>n level</em> nya adalah 42.25%. Dengan demikian bahwa pemberian <em>punishment </em>dan <em>positive reinforcement</em> efektif dalam mengurangi perilaku maladaptif anak tunagrahita. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya persentase hasil <em>mean level</em>pada tiap tahap yang dilakukan saat penelitian.</p> Ida Aprilliani, Imam Yuwono, Monry Fraick Nicky G. R. S. Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/19 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 EFEKTIFITAS PERMAINAN SNAKE AND LADDER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASAEKSPRESIFANAK AUTIS KELAS III DI SEKOLAH DASAR NEGERI SUNGAI ANDAI 3 BANJARMASIN http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/20 <p><strong>Abstrak: </strong>Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak autis. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah Media permainan snake and leader sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media permainan <em>snake and leader</em> dalam meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak autis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eskperimen dengan penelitian subjek tunggal atau SSR <em>(Single Subject Reseacrh)</em><em>.</em> Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah A-B-A dengan anak autis kelas III SD Negeri Sungai Andai 3 Banjarmasin sebagai subjek penelitian. Sistem pencatatan data dalam penelitian ini adalah observasi langsung dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan baseline 1 (A1) anak mendapatkan skor 50%, pada tahap intervensi (B) kemampuan anak berhasil meningkatkan dan mendapatkan skor 50%-60% dan pada tahap baseline 2 (A2) kemampuan anak meningkat dan mendapatkan skor 83%-95%. Maka dapat bahwa penggunaan media permainan snake and leader efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif yang terhitung dalam ekspresif yang ditonjolkannya pada anak autis.</p> Devy Anggraeni, Eviani Damastuti, Machmud Fauzi Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/20 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 PENGARUH PERMAINAN ULAR NAGA UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS DI SDLB PLUS MADANA DUN YA BANJARMASIN http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/21 <p><strong>Abstark:</strong> Permasalahan dalam penelitian ini adalah anak yang mengalami gangguan dalam hal interaksi sosial pada anak autis di sekolah dasar luar biasa Banjarmasin. Fakta dilapangan anak autis dengan hambatan perilaku interaksi sosial kurang dapat berbaur dengan temannya, menarik diri dari lingkungan, tertarik dengan sesuatu benda yang tidak wajar dan hanya tertarik bermain sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan ular naga dalam meningkatkan interaksi sosial anak autis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SSR <em>(Single Subject Research).</em> Desain yang digunakan daam penelitian ini adalah desain A-B-A. Adapun sistem pencatatan datanya menggunakan persentase. Desain A-B-A memiliki 3 tahap yaitu, tahap <em>baseline</em> 1 (A<sub>1</sub>), tahap intervensi (B) dan tahap <em>baseline </em>2 (A<sub>2</sub>). Subjek pada penelitian ini adalah satu orang anak autis dengan target behavior yang di analisis yaitu interaksi sosial. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Penelitian pada tahap <em>baseline </em>1 (A<sub>1</sub>) anak memperoleh data rata-rata persentase sebesar&nbsp; 54%, Setelah tahap intervensi (B) menggunakan permainan jungkat-jungkit anak memperoleh data rata-rata persentase 70.83% dan pada tahap <em>baseline </em>2 (A<sub>2</sub>) atau sesudah intervensi anak memperoleh data rata-rata 95 %. Hasil penelitia menunjukan bahwa dengan menggunakan permainan ular naga dapat meningkatkan interaksi sosial anak autis. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan tentang pengaruh permainan tradisional pada anak berkebutuhan khusus, bagi guru hendaknya menjadi salah satu referensi mengajar untuk melatih kemampuan interaksi sosial anak dengan permainan ular naga</p> Noor sa’dah, Utomo, Septi Ariyanti Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/21 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ANAK TUNANETRA KELURAHAN BASIRIH KECAMATAN BANJARMASIN BARAT http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/22 <p><strong>Abstrak: </strong>Permasalahan pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman peneliti ketika observasi di lapangan sering menemui anak tunanetra yang kurang memiliki kepercayaan diri, sedangkan anak tunanetra yang menjadi subjek dalam penelitian ini memiliki kepercayaan diri sangat baik. Maka peneliti tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai pola asuh yang diberikan oleh orangtua anak tunanetra tersebut sehingga memiliki kepercayaan diri sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh yang diberikan oleh orangtua berkaitan dengan kepercayaan diri anak tunanetra dan faktor yang mempengaruhi pola asuh tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini ada 3 orang yaitu ayah, ibu, dan kakak. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan orangtua terkait kepercayaan diri anak tunanetra merupakan gabungan dari pola asuh permisif dan pola asuh demokratis. Dibuktikan dengan sikap orangtua yang memberikan kebebasan kepada anak dalam bertingkah laku maupun dalam mengapresiasi dirinya namun tetap diberikan arahan, terbuka terhadap pendapat anak dan akan memberikan pandangan ataupun saran jika pendapat tersebut kurang tepat, toleransi terhadap sikap anak dan mengurangi atau bahkan tidak sama sekali memberikan hukuman dan sanksi kepada anak. Dan faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua ialah kepribadian orangtua dan keyakinan orangtua.</p> <p>&nbsp;</p> Yulia Putri Hani, Amka, Jiyanta Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/22 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000 PROBLEMATIKA GURU PEMBIMBING KHUSUS DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN PADA ABK DI SDN GADANG 2 BANJARMASIN http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/23 <p><strong>Abstrak:</strong>. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika apa saja yang dihadapi oleh guru pembimbing khusus dalam pada ranah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah 6 orang guru pembimbing khusus. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan datanya adalah <em>membercheck. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika guru pembimbing khusus SDN Gadang 2 Banjarmasin dalam a) perencanaan pembelajaran seperti kurangnya kompetensi guru pembimbing khusus dalam melakukan asesmen, waktu pelaksanaan asesmen yang tidak lama, kondisi emosional/mood, perilaku, dan konsentrasis siswa berkebutuhan khusus saat proses asesmen, program yang dibuat kadang tidak sepenuhnya dapat diterapkan kepada siswa berkebutuhan khusus dan kadang siswa berkebutuhan khusus dipaksakan mengikuti sistem pembelajaran siswa reguler yang tentu berbeda kemampuannya. Problematika pada b) pelaksanaan pembelajaran adalah kondisi emosional/mood siswa berkebutuhan khusus yang tidak stabil yang berakibat pada penggunaan metode, media, dan penyampaian materi pembelajaran. Problematika pada c) evaluasi adalah guru pembimbin khusus harus menyiapkan soal tersendiri khusus untuk siswa berkebutuhan khusus yang tidak dapat disamakan dengan siswa reguler, meluangkan waktu lebih lama untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus menjawab soal, dan sulitnya menentukan teknik penilaian yang cocok untuk beberapa siswa berkebutuhan khusus yang didampingi dengan kemampuan yang berbeda-beda pula</p> Muhammad Sajali, Ali Rachman, Mirnawati Copyright (c) 2021 http://journalefa.com/index.php/jd/article/view/23 Thu, 29 Apr 2021 00:00:00 +0000